Untuk itu, selain diperlukan strategi pemasaran yang sesuai dengan karakter objek wisata terkait, maka pembuatan dan pengembangan website resmi dari objek wisata itu sendiri juga sangatlah diperlukan. Melalui web tersebut segala kemudahan dan informasi mengenai objek wisata yang diperlukan oleh wisatawan dapat diketahui oleh wisatawan tersebut. Tidak bisa dipungkiri kini keberadaan IT sudah menjadi candu tersendiri bagi masyarakat internasional. Segala hal kini telah mampu di dapatkan secara mudah termasuk segala jenis informasi yang ingin diketahui melalui website yang bebas diakses oleh siapapun. Hal inilah yang belum dimiliki oleh pihak pengelola objek wisata Pantai Pandawa.
Keberadaan website tersebut tentunya bukan semata-mata guna meningkatkan kelengkapan wisatawan di Patai Pandawa, melaikan untuk juga dapat digunakan sebagai salah satu media pemasaran pariwisata di mata internasional. Website haruslah didesign dengan sedemikian rupa guna menarik kunjungan dari wisatawan, mulai dari akomodasi terdekat, akses menuju lokasi, perilaku pemangku pariwisata dalam hal ini para pedagang lokal, harga tiket, dan segala hal lainnya yang berkaitan dengan keberadaan objek wisata itu sendiri. Pengadaan website inipun tentu memerlukan bimbingan dari pihak penyelenggara objek wisata (desa adat terkait) sehingga menimbulkan keharmonisan antara masyarakat, pengunjung, dan penyelenggara. Selain terkait pembentukan web perlu juga dibuat peraturan ataupun regulasi guna membatasi setiap tindakan wisatawan yang datang berkunjung, salah satu contohnya saja ialah membuang sampah secara sembarangan. Wisatawan terkait haruslah juga memiliki kesadaran akan pentignya menjaga objek wisata yang dikunjunginya bukan semata-mata datang berkunjung dan pergi tanpa ada kontribusi yang dilakukannya.
Inti yang ingin disampaikan dalam hal ini ialah, terdapat dua permasalahan utama dalam penyelenggaraan pariwisata yang ada di Pantai Pandawa, yaitu:
Masih minimnya tempat pembuangan sampah serta kurangnya kesadaran wisatawan akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekitarnya yang bisa diatasi dengan penambahan sarana prasarana penunjang serta adanya regulasi yang bisa menjadi teguran bagi wisatawan dan bisa dipertanggungjawabkan perbuatannya semisal terjadi pelanggaran yang dilakukan oleh wisatawan (mempertegas regulasi dan petugas di objek wisata)
Kurangnya media promosi yang bisa diakses oleh para calon pengunjung. Solusi yang dapat ditawarkan ialah dengan pembuatan media berupa website resmi yang di dalamnya mencakup keseluruhan info terkait keberadaan objek wisata itu sendiri, berupa harga tiket masuk, lokasi, fasilitas pendukung, kontak person, dan informasi penunjang lainnya tentunya dengan design kreatif dan up to date yang bisa menjadi nilai tambah bagi objek wisata itu sendiri. Dengan design yang disesuaikan dengan selera pasar saat ini tentunya hal tersebut akan berdampak baik pada perkembangan pariwisata objek tertera. Dengan konsep “on stop search” segala jenis informasi yang diperlukan sudah dapat diketahui oleh calon wisatawan. Saat ini diperlukan strategi pemasaran yang bukan hanya menarik tetapi juga tidak biasa dalam artian website tersebut haruslah mampu menjawab segala jenis pertanyaan di diri wisatawan tersebut untuk menjadikannya sebagai pilihan destinasi untuk nantinya dapat dikunjungi.



0 Komentar